Perbedaan Karakteristik Kulit Hewan Berdasarkan Jenisnya

Perbedaan Karakteristik Kulit Hewan Berdasarkan Jenisnya

Suka dengan dompet, tas, jaket, sepatu maupun pakaian dan aksesoris lain yang terbuat dari kulit hewan? Anda harus mengenali karakteristik kulit hewan yang kerap digunakan untuk membuat pakaian dan aksesori tersebut.

Sebab, kulit setiap hewan memiliki karakteristik yang berbeda. Jika Anda menginginkan barang dengan kulit hewan tertentu maka Anda harus dapat membedakan ciri-cirinya dengan kulit hewan lain agar tidak salah beli dan tidak tertipu.

Macam – Macam Karakteristik Kulit Hewan

1. Karakteristik Kulit Sapi

Karakteristik Kulit Sapi

Kulit sapi adalah jenis kulit hewan yang paling sering digunakan untuk membuat beragam pakaian, aksesori, dan perabotan lain seperti sofa maupun kursi mobil karena ia memiliki karakteristik yang luwes atau tidak kaku sehingga mudah dipotong dan dibentuk.

Selain itu, kulit sapi juga tidak terlalu tebal bila dibandingkan dengan kulit buaya maupun kulit ular sehingga lebih  cocok digunakan untuk bahan pakaian. Meskipun tidak setebal kulit buaya maupun ular, kulit sapi memiliki tingkat keawetan yang tinggi. 

Ia tidak mudah tergores dan sobek. Namun, jika sengaja dipotong dengan gunting maupun benda tajam lainnya tentu ia tetap akan sobek. 

Kulit sapi memiliki dua sisi, yaitu sisi yang dijadikan bagian luar dari suatu benda dan bagian dalam. Bagian luar tersebut memiliki corak abstrak berupa garis-garis seperti kulit manusia yang keriput. Sedangkan sisi lainnya memiliki bulu-bulu halus.

Kulit sapi memiliki toleransi atau daya tahan yang cukup bagus terhadap air dan angin sehingga paling sering digunakan sebagai bahan pembuatan jaket dan sepatu. Meskipun tahan air, bukan berarti dapat dicuci sembarangan. 

2. Karakteristik Kulit Domba

Karakteristik Kulit Domba

Kulit domba adalah kulit binatang yang paling halus di antara binatang yang kulitnya dijadikan pakaian dan aksesori.

Tidak perlu jauh-jauh membandingkannya dengan kulit buaya maupun ular, bandingkan saja dengan kulit sapi, teksturnya jelas terasa lebih lembut sehingga kulit domba lebih sering digunakan sebagai bahan pembuatan pakaian dibandingkan perabotan. 

Selain lebih lembut, kulit domba juga lebih ringan dan lebih luwes dibandingkan dengan kulit hewan lainnya. Hal ini disebabkan karena kulit domba lebih tipis jika dibandingkan dengan kulit sapi. 

Hal tersebut juga menyebabkan kulit domba tidak seawet kulit sapi. Namun, jangan khawatir jika dibandingkan dengan serat tumbuhan kulit domba tetap lebih kuat. 

Kulit domba adalah kulit hewan yang lebih cocok digunakan sebagai bahan pembuatan celana, baju, rok, sarung tangan, dan pakaian-pakaian lain yang harus menyesuaikan bentuk tubuh penggunanya.

3. Kulit Kambing

Karakteristik Kulit Kambing

Kambing dan domba adalah hewan yang hampir sama, tetapi ketebalan bulunya berbeda. Selain itu, kulitnya ternyata juga memiliki perbedaan. 

Jika dibandingkan dengan kulit domba, kulit kambing lebih kasar, tetapi tetap lebih halus dibandingkan dengan kulit sapi. Sedikit lebih kuat dibandingkan kulit domba, dan lebih kaku. Selain itu, jika dijadikan jaket kulit kambing lebih hangat. 

4. Kulit Rusa

Karakteristik Kulit Rusa

Di Indonesia tidak ada rusa–kecuali di kebun binatang/taman safari. Oleh karena itu hampir tidak ada pakaian, aksesori, dan perabotan yang dibuat dari kulit binatang bertanduk ini. Namun, di negara-negara Eropa, kulit rusa sangat umum dimanfaatkan untuk membuat pakaian dan aksesori.

Kulit rusa umum digunakan di Eropa karena kulitnya sangat tebal. Sementara mayoritas negara Eropa memiliki suhu udara yang sangat dingin bisa mencapai minus sekian derajat celcius.

Oleh karena itu kulit rusa paling banyak dijadikan sebagai bahan pembuatan jaket, sarung tangan, sepatu boot, dan topi jenis russian hat.

Udara dingin artinya lingkungan di Eropa lembab dan relatif berair. Jika kulit rusa sering digunakan sebagai pakaian hangat artinya jaket, topi, dan pakaian lain dari kulit rusa memiliki daya tahan air dan udara lembab yang sangat baik. 

Mayoritas kulit rusa berwarna cokelat, baik cokelat muda, tua, kekuningan maupun nyaris berwarna orange. 

Meskipun sangat tebal, kulit rusa tetap luwes sehingga mudah dipotong maupun dibentuk sesuai dengan bentuk tubuh manusia. 

Sementara untuk tekstur, kulit rusa relatif memiliki corak atau motif yang halus dibandingkan dengan kulit sapi, ular, dan buaya.

5. Karakteristik Kulit Buaya

Karakteristik kulit Buaya

Kulit buaya sangat mudah dibedakan dari kulit sapi, domba, dan rusa karena teksturnya terlihat jelas berupa garis-garis tegas yang membentuk kotak-kotak kecil sebagaimana tekstur kulit buaya yang masih hidup. 

Dari tekstur yang terlihat jelas tersebut sudah pasti jika diraba kulit buaya terasa kasar. Selain kasar, kulit buaya juga sangat tebal.

Karakteristik ini menjadikan kulit buaya tidak pernah digunakan sebagai bahan jaket maupun pakaian lainnya. Melainkan digunakan untuk membuat tas, dompet, topi,  dan ikat pinggang.

Mayoritas aksesori yang dibuat dari kulit buaya memiliki warna hitam, abu-abu tua, hijau lumut, dan cokelat. Bila terdapat aksesori kulit buaya dengan warna selain warna-warna tersebut maka ia sudah diberi pewarna.

6. Karakteristik Kulit Ular

Karakteristik Kulit Ular

Selain kulit buaya, kulit ular juga sangat mudah dibedakan dari kulit lainnya karena teksturnya terlihat jelas. Beberapa benda dari kulit ular memiliki motif sebagaimana tubuh ular. Contohnya adalah kulit ular sanca atau piton. 

Kulit ular sanca tidak hanya bertekstur, tetapi memiliki motif. Jika kulit ular sanca dimanfaatkan untuk membuat dompet maka motif tersebut tidak dapat dihilangkan, dompet akan memiliki motif tersebut.

Sementara kulit ular kobra mayoritas tidak bermotif sehingga jika digunakan untuk membuat tas maka tas tersebut tidak akan memiliki motif.

Kulit ular yang tidak bermotif mungkin akan membuat Anda sulit membedakannya dengan kulit buaya. Untuk membedakannya sangat mudah, ukuran kotak-kotak pada kulit buaya besar-besar, sedangkan tekstur kotak-kotak pada kulit ular kecil-kecil seperti sisik ikan. 

Tekstur kulit ular biasanya tidak berbentuk kotak sempurna melainkan cenderung mengarah ke bulat, bentuk wajik atau diamond, hingga berbentuk persegi enam. 

Selain itu, kulit ular hampir tidak ada yang berwarna cokelat, mayoritas campuran beberapa warna, jika hanya terdiri dari satu warna umumnya hitam, abu-abu tua, abu-abu muda, hijau, dan keemasan. 

Kulit ular juga jarang dijadikan pakaian, lebih sering dijadikan tas, sepatu, dompet, ikat pinggang bahkan kini dijadikan sebagai casing HP. 

Karaktersitik Kulit Hewan Terbaik

Berbicara perihal mana yang terbaik di antara keenam kulit hewan di atas maka harus membandingkan tujuan penggunaannya. Berikut rangkuman kulit hewan terbaik sesuai dengan fungsinya :

1. Kulit Hewan untuk Pakaian

Kulit Hewan untuk Pakaian

Jika digunakan untuk pakaian biasa, bukan seperti jaket maka kulit domba adalah yang terbaik karena sangat luwes, tidak terlalu tebal, sangat halus, dan ringan.

2. Kulit Hewan untuk Jaket

Kulit Hewan untuk Jaket

Kulit sapi berada di peringkat nomor satu, disusul oleh kulit rusa, sedangkan kulit kambing berada di posisi terakhir.

3. Tas, Sepatu, Dompet, dan Aksesori Sejenisnya

Tas, Sepatu, Dompet, dan Aksesori Sejenisnya

Sudah pasti kulit buaya adalah yang terbaik untuk dijadikan aksesori sejenis tas. Sementara kulit ular berada di peringkat kedua, dan peringkat ketiga dimenangkan oleh kulit sapi.

4. Sofa dan Kursi Mobil

Sofa dan Kursi Mobil

Untuk membuat sofa dan kursi mobil sebaiknya menggunakan bahan yang kuat. Namun, jika menggunakan kulit buaya maupun ular pasti tidak nyaman karena terasa kasar dan mengganjal. Oleh karena itu kulit sapi menjadi opsi paling pas. 

Setelah mengetahui karakteristik kulit hewan Anda tidak akan salah memilih dan dapat menentukan apakah harga barang tersebut sesuai dengan bahan pembuatannya atau tidak sehingga Anda tidak akan tertipu.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments