Penyamakan Kulit Adalah Apa ? Ini Penjelasan dan Prosesnya !

Penyamakan Kulit Adalah Apa ? Ini Penjelasan dan Prosesnya !

Ketika Anda melihat deretan tas atau jaket yang berbahan kulit, pasti pernah terlintas cara pengolahan kulit tersebut. Dari sekian banyak proses, penyamakan kulit adalah proses awal yang penting. 

Samak diartikan juga dengan sampul, atau proses memberikan sampul pada kulit. Proses untuk mengubah kulit sapi, domba atau kambing ini bisa menggunakan proses kimia maupun non-kimia. Tentunya dengan proses yang berbeda, hasil akhirnya pun juga akan berbeda. 

Benarkah Penyamakan Kulit Adalah Hal yang Sulit ?

Benarkah Penyamakan Kulit Adalah Hal yang Sulit ?

Tentunya pertanyaan sulit atau tidak akan menghasilkan jawaban yang relatif. Setiap kulit mentah pasti memiliki karakteristik yang berbeda. Beda kulit binatang yang digunakan tentu proses penyamakan kulitnya juga tidak sama.

Sedangkan arti dari penyamakan atau tanning adalah sebuah proses perbaikan tekstur kulit asli yang masih mudah rusak sehingga bisa menjadi kulit olahan yang sifatnya lebih awet dan tahan lama. Proses ini menggunakan kulit mentah dari hewan, bisa berupa kambing, domba, sapi, ular, rusa dan masih banyak lagi. 

Perbaikan ini bertujuan agar kulit dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan barang fashion. Sebab, jika menggunakan kulit mentah maka akan cepat rusak karena karakteristik kulit mentah yang masih rewel dan dapat membusuk karena cuaca, proses kimiawi dan lain sebagainya. 

Melalui proses penyamakan, maka kandungan air yang ada di dalam kulit dihilangkan sehingga menghasilkan tekstur yang lebih kering dan keras. Namun pada akhirnya, hasil yang didapat adalah kulit yang kaku, maka dibutuhkan proses lanjutan sebelum kulit siap untuk dibentuk.

Tahapan Proses di Industri

1. Tahap Persiapan (curing)

Tahap Persiapan (curing)

Langkah pertama ini sering disebut dengan curing yaitu proses menggarami kulit. Proses ini sama seperti pengawetan pada umumnya, seperti saat mengawetkan ikan, daging dan semacamnya. Dengan memberikan garam, maka bakteri yang kerap merusak kolagen akan mati.

Proses penggaraman ini akan menghasilkan mekanisme tekanan osmosis yang membantu mengurangi kandungan air pada kulit. Dengan demikian, kulit menjadi tidak mudah lembab dan bakteri menjadi lebih susah berkembang biak.

Jenis proses penggaraman :

  • Welt-salting : proses memberikan garam kepada kulit mentah selama 30 hari. Selama proses tersebut, kulit akan ditekan menggunakan alat khusus.
  • Brine-curing : kulit mentah yang akan diolah dimasukkan ke dalam kolam yang sudah berisi larutan air garam. Kulit diaduk terus selama kurang lebih 16 jam di dalam suhu yang sangat rendah. 

2. Tahap Pre Tanning

Tahap Pre Tanning

Sebelum dilakukan tanning, maka dibutuhkan proses pendahuluan terlebih dahulu yang disebut dengan beamhouse atau pre tanning. Tujuan dari proses ini adalah mempersiapkan kulit mentah untuk masuk ke dalam proses tanning.

Dalam proses ini kulit mentah akan kehilangan beberapa komponen utama penyusunnya. Namun ini memang harus dilakukan karena bagian dari proses, misalnya menghilangkan sisa bulu yang masih menempel, lemak, sisa tulang dan lain sebagainya.

3. Perendaman

Tahap Perendaman
Sumber : Dewan Kerajinan Nasional Indonesia

Dalam tahapan ini, maka kulit yang sudah melalui beberapa proses awal direndam atau soaked ke dalam kolam yang berisikan air bersih. Ketika direndam, maka garam yang digunakan pada proses sebelumnya akan dihilangkan.

Dengan demikian, maka kandungan air dan kelembaban yang ada pada kulit bisa meningkat dan dapat mempermudah proses pengolahan lanjutan. Sebagai ganti garam yang mencegah bakteri, maka digunakan bahan kimia. Bahan kimia yang biasanya digunakan adalah biosida atau dithicarbarnate dan 2-thiocyanomethylthio benzothiazole.

Selain untuk mencegah tumbuhnya bakteri, penambahan kedua bahan kimia tersebut juga untuk membantu menghalangi pertumbuhan jamur. Biosida yang digunakan sekarang berbeda dengan yang digunakan dahulu, sebab sudah bebas merkuri. 

4. Pengapuran

Pengapuran

Pada proses liming ini, kulit yang sudah direndam air bersih akan diberikan cairan kapur. Selain kapur, ada beberapa obat lain yang juga ditambahkan. Beberapa jenis obat tersebut adalah amina, sianida, sodium sulfida dan masih banyak lagi obat kimia lainnya. 

Ada beberapa tujuan dari proses liming ini :

  • Penghilangan interfibrillar soluble protein atau protein yang mudah terlarut
  • Penghilangan minyak serta lemak
  • Persiapan kolagen dalam kulit mentah untuk proses penyamakan
  • Penghilangan bulu, rambut, kuku dan keratin lain
  • Proses memperjelas serat kulit 

5. Pelepasan Bulu dan Rambut

Pelepasan Bulu dan Rambut

Meskipun sudah dibersihkan, terkadang bulu dan rambut masih tersisa di dalam kulit. Maka dari itu dibutuhkan proses selanjutnya yaitu unhairing and scudding. Dalam proses ini juga digunakan bahan kimia seperti sodium hidroksida, kalsium hidrosulfit, dimetil amina dan masih banyak lagi.

Setelah melalui proses kimiawi, bulu dan rambut yang tersisa akan dicabut dan dihilangkan menggunakan mesin dan setelahnya masih diperiksa lagi menggunakan pisau tumpul. Jadi proses yang digunakan adalah kimiawi, mekanik dan konvensional. 

6. Pembuangan Kapur dan Bating

Pembuangan Kapur dan Bating

Proses deliming adalah menurunkan derajat keasaman kolagen yang ada di dalam kulit dengan membuang cairan kapur yang masih menempel. Hal ini dilakukan agar enzim tertentu dapat bekerja maksimal dalam proses penyamakan kulit. Setelahnya maka akan dilakukan proses lanjutan yang berbeda-beda.

Perbedaan ini muncul seiring dengan karakteristik akhir yang diinginkan untuk tampilan kulit olahan. Jika ingin kulit olahan yang lebih lembut dan lentur, maka akan dilakukan proses bating. 

7. Pengasaman (pickling)

Pengasaman (pickling)

Tujuan dari proses pickling ini adalah menurunkan derajat keasaman kolagen hingga titik yang paling rendah. Setelah pH kolagen menjadi rendah maka mineral yang akan dimasukkan ketika proses penyamakan akan lebih mudah meresap.

Dalam proses ini, ada beberapa jenis bahan kimia yang dibutuhkan. Bahan tersebut antara lain adalah garam, sodium klorida serta asam sulfat. Proses ini dilakukan jika tahapan penyamakan kulit yang akan digunakan menggunakan metode mineral tanning.

8. Tahap Penyamakan

Tahap Penyamakan

Ini adalah proses yang ditunggu-tunggu, yaitu proses tanning yang mengubah pre-tanned hide menjadi leather. Dalam industri pengolahan kulit terdapat beberapa jenis tanning yang cukup umum dipilih.

Jenis tersebut antara lain mineral tanning atau penyamakan yang menggunakan mineral, chrome tanning yang menggunakan logam, vegetable tanning yang menggunakan bahan nabati, synthetic tanning yang memakai sintetis, oil tanning yang memakai minyak, serta combination tanning yang menggunakan bahan campuran.

9. Tahap Selecting

Tahap Selecting

Setelah proses tanning selesai, maka akan masuk proses selecting yang akan menyeleksi kulit berdasarkan kualitasnya, mulai dari aniline, suede, nubuck dan seterusnya. Pada proses ini air yang terkandung di dalam kulit benar-benar dihilangkan. 

10. Tahap Dressing

Tahap Dressing

Tahapan dressing dibagi ke dalam enam tahapan lagi yang meliputi shaving (menyeragamkan ketebalan), Dyeing (pewarnaan), re-tanning (pemodifikasian karakter), setting (pengurangan kadar air), drying (pengeringan), serta trimming (menghaluskan).

11. Tahap Finishing

Tahap Finishing

Ada banyak jenis finishing yang ada di dalam industri tergantung dari hasil akhir yang diinginkan. Jenis tersebut antara lain padding, buffing, spraying, staking, roller coating, embossing dan lain sebagainya.

Penyamakan kulit adalah proses yang penting sebelum kulit siap untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan tas, sepatu maupun produk fashion lainnya. Dengan penyamakan yang benar, hasil akhir dari kulit akan terlihat lebih indah.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments