Bagaimana Proses Pembuatan Kerajinan Kulit Berkualitas ?

Bagaimana Proses Pembuatan Kerajinan Kulit Berkualitas ?

Proses demi proses harus dilewati agar mendapatkan suatu kerajinan kulit berkualitas. Contohnya saja untuk mendapatkan kualitas terbaik harus melewati tahap seperti  persiapan, pre tanning, tanning, hingga bagaimana proses finishing kerajinan kulit secara benar.

Pada tahap – tahapannya harus dilakukan dengan baik agar mendapatkan kualitas juara pada produk kulit Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetahui detail dari setiap tahapannya.

Tahapan Pembuatan Kerajinan Kulit

Tahapan Pembuatan Kerajinan Kulit

Beberapa tahapan ini jika dilakukan dengan baik maka akan memberikan hasil memuaskan untuk Anda. Sebelum Anda mengikuti tahapan-tahapan untuk penyamakan kulit maka harus menyiapkan kulitnya terlebih dahulu.

Pastikan Anda mendapatkan kulit yang baik dari hewan-hewan pilihan seperti sapi, kambing, domba, ular, maupun hewan lainnya. Kemudian baru Anda bisa memproses untuk mengikuti tahap-tahap penyamakan.

Sebelum masuk ke dalam tahapannya ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu mengenai penyamakan yang dapat diartikan sebagai proses pengubahan kulit mentah menjadi kulit olahan yang lebih tahan lama serta awet. 

Penyamakan ini bisa dilakukan pada semua jenis kulit hewan. Bahkan setelah disamak maka karakternya akan berbeda dengan kulit mentah sehingga lebih tahan lama serta kebal pada mikroorganisme. 

Pada proses penyamakan ini nantinya akan memasukkan zat bahan penyamak pada jaringan serat kulit bagian dalam. Untuk mendapatkan hasil berkualitas maka Anda bisa mengikuti 3 tahapannya. Tahapannya pertama yaitu persiapan kemudian dilanjutkan pada 3 tahapan pokoknya.

Bagaimana Proses Persiapan ?

Bagaimana Proses Persiapan_

Setelah Anda mendapatkan kulit hewan maka tahapan pertama yaitu persiapan. Untuk persiapan ini biasanya dilakukan dengan cara memberi garam pada kulit. 

Tujuan dari pemberian garam tersebut adalah untuk mengawetkan kulit serta membunuh bakteri yang mampu kolagen pada kulit. Selain itu, garam yang diberikan pada kulit akan menurunkan kadar air pada kulit hewan olahan Anda.

Bagaimana Proses Pengerjaan Basah Kerajinan Kulit ?

Bagaimana Proses Pengerjaan Basah Kerajinan Kulit

Pada proses atau tahapan pokok yang pertama disebut sebagai pengerjaan basah atau pre tanning. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kulit mentah tersebut awet serta bertahan hingga proses selanjutnya. Untuk lebih jelasnya, tahapan dari pengerjaan basah ini adalah:

  • Penimbangan dan sortasi yang dilakukan untuk menyortir kulit yang bisa diproses maupun tidak.
  • Perendaman (soaking), bertujuan untuk mengubah kondisi kulit yang semulanya kering menjadi lemas. Setelah dilakukan penimbangan kemudian direndam dengan 800 – 1000% air dengan kandungan obat pembasah atau antiseptic.
  • Pengapuran (liming), biasanya dilakukan agar melepaskan sisa daging, bulu, serta lemak yang masih menempel pada kulit hewan. 
  • Pembuangan kapur, biasanya proses ini digunakan untuk menghilangkan zat kapur yang terdapat pada kulit hewan.
  • Bating, dilakukan untuk menghilangkan zat-zat non kolagen sehingga tidak akan mengganggu kualitas kulit.
  • Pengasaman, tujuannya adalah mengubah kadar asam menjadi pH 3,0 hingga 3,5.

Bagaimana Proses Penyamakan Kerajinan Kulit ?

Bagaimana Proses Penyamakan Kerajinan Kulit

Bahan penyamak kulit sangat beragam, ada yang terbuat dari mineral, nabati, sintetis, hingga minyak. Yang pembuatannya tergantung pada jenis yang akan Anda hasilkan. Kulit sendiri digolongkan menjadi dua yaitu hide untuk kulit hewan besar, dan skin untuk kulit yang tergolong seperti kambing, domba, hingga reptile.

Untuk penyamakan nabati biasanya bahannya alami seperti tumbuhan (daun, ranting, kulit, akar, serta buah). Hasilnya akan memberikan warna coklat mudah atau merah muda. Sifatnya kaku namun tetap empuk. Biasanya digunakan oleh tumbuhan yang mengandung zat tanin.

Zat tanin ini berfungsi untuk mengikat kolagen protein pada kulit yang biasanya digunakan untuk gantungan kunci kulit, dompet stnk, dan lain sebagainya.

Sehingga dapat dipastikan bahwa zat yang digunakan bisa lebih baik dan bahkan lebih cepat untuk proses selanjutnya untuk penyamakan mineralnya.

Sedangkan, untuk penyamakan mineral biasanya digunakan pada zat kromium yang memiliki tekstur lemas. Senyawa krom sulfatnya sering digunakan karena dianggap paling efektif. Jika masih mentah maka kulit kromnya memiliki warna biru keabuan. 

Waktu penyamakannya lebih cepat dibandingkan jika menggunakan penyamakan nabati. Bisa saja untuk jenis kulit ini digunakan sebagai pembuatan tas ransel serut, dompet kulit, tas kulit wanita, dan lain sebagainya.

Selain itu, terdapat penyamakan kombinasi yang menggunakan lebih dari satu bahan untuk zat-zatnya agar bisa melengkapi. Penyamakan sintetis ini kurang lebih sama seperti penyamakan nabati, dengan begitu hasilnya akan lebih baik lagi.

Bahan-bahan yang digunakan yaitu sintesis organik polyacid yang berwarna putih.

Bagaimana Proses Finishing Kerajinan Kulit ?

Bagaimana Proses Finishing Kerajinan Kulit

Proses yang terakhir ini sangat menentukan kualitas bahan kulit yang dihasilkan dari prosesnya. Pada proses ini akan membentuk sifat khusus pada kulit seperti kelenturan, kepadatan, juga berwarna kulit. Anda harus lebih hati-hati dalam proses finishing bahan kulit karena tidak boleh dilalaikan.

Anda harus mengikuti beberapa rangkaian pada proses finishingnya. Untuk proses finishing itu sendiri, maka beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kualitas produk, yaitu:

  • Pengamatan atau penipisan (shaving), proses dilakukan untuk menyamakan tingkat ketebalan pada kulit sehingga harus dilakukan penipisan.
  • Pemucatan atau bleaching, pastinya untuk menghilangkan flek besi sehingga menurunkan pH serta menguatkan bahan penyamak serta kulitnya, hasilnya akan lebih baik jika bleaching dilakukan dengan sempurna.
  • Penetralan, dilakukan untuk menetralisir keasaman sehingga membuat kulit akan lebih bagus dengan tingkat keasaman yang benar sehingga yang tadinya kulit ini basa maka harus dilakukan penetralan agar tingkat keasamannya lebih pas untuk di proses ke proses selanjutnya. 
  • Pengecatan, proses tersebut dilakukan untuk memberikan sebuah warna dasar pada kulit yang akan dibuat hingga nanti jika diwarnai akan terserap sempurna untuk warna produk kulit Anda.
  • Perminyakan atau oiling, yaitu untuk melumasi kulit agar tidak lengket serta tahan terhadap tarikan. Tak hanya itu, proses ini dilakukan agar produk Anda lebih tahan terhadap air.
  • Penggemukan, bertujuan untuk zat-zat penyamak tidak keluar ke permukaan sebelum kulit kering maka harus dilakukan penggemukan.
  • Pengeringan atau drying, untuk proses pengeringan kulit yang telah dilakukan penyamakan dengan meregangkan kulit pada frame yang dibentangkan agar kulit menjadi datar dan mudah dilakukan pengeringan.

Jika sudah masuk ke dalam proses finishing atau penyelesaian ini maka kulit dapat diberikan beberapa jenis lapisan untuk beberapa bagian kulit. Lapisan tersebut memiliki fungsi untuk melindungi kulit agar memberikan efek bagus.

Saat ini sudah masuk ke dalam zaman modern sehingga sudah bisa melakukan proses finishing dengan press hidrolik, cetak emboss, spray warna dengan menggunakan mesin finishing sehingga hasilnya lebih tertata dan menarik. Bahkan, alat yang telah disebutkan biasa digunakan untuk membuat tas kulit batik.

Pada proses finishing atau akhir ini akan menentukan jenis serta tipe kulit yang akan dibuat. Jenis serta tipe finishingnya memiliki karakter berbeda. Bahkan banyak daerah yang memiliki sentra penyamakan kulit sehingga banyak produk yang bisa digunakan. 

Dengan begini maka hasil dari finishing produk akan lebih baik dan nantinya banyak customer yang senang terhadap hasil dari produk kulit. Oleh sebab itu, seluruh prosesnya mulai dari pre tanning, tanning, hingga bagaimana proses finishing kerajinan kulit harus dilakukan dengan baik.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments