Pebble Leather Artinya dan Proses Pembuatannya

Pebble Leather Artinya dan Proses Pembuatannya

Selain bahan kulit yang teksturnya halus, ada satu lagi bahan kulit yang juga terkenal dan banyak digunakan untuk produk fashion. Nama dari bahan tersebut adalah pebble leather. Jika dilihat dari sisi bahasa, maka pebble leather artinya adalah kulit yang bertekstur seperti kerikil.

Jika dilihat, permukaan pebble leather memang bergelombang dengan tekstur yang menyembul mirip dengan deretan kerikil. Tekstur ini menjadikan daya tarik visual yang bagus serta mampu menahan goresan atau gesekan sehingga produk bisa lebih awet. Dalam dunia fashion, ada dua jenis pebble leather yaitu dari kulit asli dan imitasi.

Pebble Leather Artinya Apa?

Produk bahan kulit dengan tekstur kerikil semacam ini dipopulerkan di Skotlandia. Dulunya, tekstur ini dimunculkan dengan menindih bahan kulit dengan barrel whisky dalam waktu yang lama. Dengan demikian akan timbul lekukan-lekukan yang nampak bergerombol. Namun untuk masa sekarang, cara pembuatan pebble leather adalah menggunakan teknik emboss.

Jika berbicara tentang pebble leather dari kulit asli, maka durabilitasnya sangat baik. Bahkan jika digunakan sehari-hari, produk dengan bahan ini tetap bisa awet dalam jangka waktu yang lama. Namun, untuk pebble leather yang terbuat dari kulit imitasi, tentu keawetannya tidak bisa dibandingkan dengan kulit asli. Hanya saja, pebble leather imitasi memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap air.

Proses Pembuatan Pebble Leather Kulit Asli

Proses Pembuatan Pebble Leather Kulit Asli

Tanning

Dalam bahasa Indonesia, proses tanning diartikan dengan penyamakan. Proses awal ini sangat penting agar dapat menghasilkan kulit yang lembut dan kenyal. Jenis binatang yang paling umum digunakan untuk membuat pebble leather adalah sapi atau anakan sapi. Dengan menyamak kulit, maka hasil akhirnya akan lebih rapi dan tahan lama sehingga lebih berkualitas.

Dyeing

Setelah disamak dan dikeluarkan warna aslinya, maka proses selanjutnya adalah pewarnaan. Sama seperti proses pewarnaan kulit lainnya, kulit pebble juga dicelup ke dalam larutan warna sesuai dengan pesanan. 

Pressing

Proses ketiga adalah meletakkan lembaran kulit yang sudah diwarnai dan dikeringkan ke atas mesin yang memiliki plat logam yang luas. Di bagian dalam pelat terdapat pola kerikil yang nantinya akan membuat lembaran kulit ikut bertekstur. Setelah lembaran kulit ditata di bawah pelat logam, baru kemudian dihimpit menggunakan pelat tersebut dengan tekanan yang tinggi dalam beberapa waktu.

Finishing

Setelah tekstur keluar, maka langkah terakhir adalah proses penyelesaian. Dalam proses ini maka akan diberikan lapisan pelindung yang berfungsi untuk melindungi kulit dari gesekan dan goresan. Terkadang lapisan yang diberikan tidak hanya satu dan diletakkan di bawah lapisan paling atas. Penambahan ini juga dimaksudkan agar tekstur yang diinginkan bisa lebih terlihat. 

Proses Pembuatan Pebble Leather Imitasi

Proses Pembuatan Pebble Leather Imitasi

Mixing

Berbeda dengan kulit pebble asli, kulit imitasi membutuhkan penambahan plastik. Bahan inilah yang membuat pebble imitasi lebih tahan air namun lebih kaku. Selain plastik, ditambahkan juga campuran lain sesuai dengan hasil akhir yang diinginkan. Anda dapat mencampurkan zat aditif sebagai perlindungan terhadap sinar matahari atau zat lainnya.

Berbeda dengan pebble kulit asli yang harus melalui tahap pewarnaan terpisah dari penyamakan, dalam kulit imitasi warna langsung dimasukkan di tahap pertama, walau ada juga yang memasukkannya pada tahap entrusi, namun biasanya cukup jarang. Kelebihan yang dimiliki kulit imitasi adalah warna yang dihasilkan bisa lebih fleksibel dibandingkan kulit asli.

Jenis plastik yang digunakan untuk jenis ini biasanya adalah jenis poliuretan (PU), dan polivinil klorida (PVC atau vinyl). Hasil akhir dari tahap pencampuran ini adalah cairan kental yang merupakan bahan baku untuk tahap selanjutnya.

Extrusion

Setelah dicampur, maka cairan kental hasil proses sebelumnya akan diletakkan di atas alas datar. Setelah itu, bahan pelapis akan ditempelkan ke atas cairan sembari menunggu cairan mengering. Jenis bahan pelapis yang digunakan bisa bermacam-macam tergantung dari hasil akhir yang diinginkan.

Namun, umumnya bahan pelapis yang digunakan adalah kertas atau serat katun, poliester dan lain sebagainya. Selain itu, serta plastik dan logam pun juga dapat dijadikan sebagai bahan pelapis. Tiap bahan pelapis memiliki tujuan yang berbeda. Misalnya jika nantinya kulit pebble akan digunakan sebagai sampul buku, maka bahan pelapis yang umum dipakai adalah kertas atau kain.

Stamping/Embossing/Printing

Tahap ini adalah tahap pemunculan tekstur. Caranya hampir sama dengan pembuatan kulit pebble asli, yaitu dengan menekan lembaran kulit dengan cetakan dalam tekanan tinggi. Berbeda dengan kulit asli, kulit imitasi bisa memunculkan lebih banyak tekstur karena dapat diatur sejak awal. 

Sedangkan pengolah kulit asli biasanya masih mempertahankan serat alami atau tekstur awal kulit sehingga bentuk tonjolan kerikil menjadi tidak begitu rapat. Dalam proses ini bisa juga ditambahkan logo atau detail lain yang membentuk daya tarik visual yang lebih tinggi. 

Finishing

Tahap terakhir ini sama persis seperti tahap yang dilalui kulit pebble asli. Penambahan pelindung pada kulit sintetis dimaksudkan agar kulit bisa lebih awet dan mengkilap. Umumnya bahan pelindung yang digunakan adalah polimer transparan. Selain itu, penambahan cairan pelindung ini juga berfungsi untuk menimbulkan bau kulit alami sehingga aroma plastik bisa lebih tersamarkan. 

Cara Membersihkan Pebble Leather

Cara Membersihkan Pebble Leather

Lap Microfiber

Walaupun menggunakan permukaan yang bertekstur, ternyata produk dengan bahan kulit pebble tetap bisa kotor. Namun, bahan jenis ini bisa dengan mudah dibersihkan. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan lap microfiber yang lembab. 

Pastikan Anda memiliki lap berserat mikro yang masih bagus dan tidak meninggalkan serat atau perubahan warna. Jika Anda tidak yakin, bersihkan area kecil terlebih dahulu dan periksa. Jika kain tidak membuat noda melebar atau malah menambahkan noda baru, Anda dapat mengaplikasikannya ke seluruh permukaan kulit pebble Anda. Namun ingat, usapkan secara lembut tanpa penekanan yang berarti. Hal ini untuk mencegah tekstur rusak dan tenggelam.

Sikat Lembut

Sama seperti bahan kulit lainnya, cara terbaik untuk membersihkan produk dengan kulit pebble adalah dengan sikat lembut. Cukup sikat pada bagian yang bernoda dan diamkan. Anda juga dapat meletakkan kain microfiber lembab ke atas permukaan yang sudah disikat dan tunggu hingga kering. 

Cairan Pembersih Lembut

Terkadang ketika bahan pebble sangat kotor, maka cara satu-satunya adalah dengan mencucinya. Namun pastikan Anda menggunakan cairan yang lembut dan mudah larut agar busa sabun yang dihasilkan tidak meninggalkan noda pada bahan kain. Selain itu gunakan air hangat untuk membersihkan permukaan kulit. Jika sudah kering, Anda dapat mengaplikasikan vaseline atau minyak ke permukaan produk tersebut.

Walaupun pebble leather artinya adalah kulit dengan permukaan seperti kerikil, namun bukan berarti permukaan dari bahan ini kasar. Permukaan pebble leather tetap lembut dan halus dengan efek mengkilap yang menjadikannya elegan. Produk fashion yang umum menggunakan jenis kulit ini adalah dompet atau tas.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments