5 Jenis Kulit Hewan Untuk Produksi Jaket Kulit

5 Jenis Kulit Hewan Untuk Produksi Jaket Kulit

Salah satu bahan baku yang marak digunakan dalam industri fashion adalah kulit. Kulit hewan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan jaket adalah kulit yang tebal. Pada dasarnya hampir semua binatang berkulit tebal dapat dijadikan bahan baku kerajinan.

Namun umumnya sapi dan kambing adalah hewan yang digunakan untuk produk fashion, terutama jaket. Walau demikian, ada pula beberapa jenis hewan lain yang ternyata juga dapat dimanfaatkan kulitnya untuk dijadikan barang-barang yang dapat dipakai. 

Jenis Kulit Hewan yang Dapat Dimanfaatkan Dalam Pembuatan Jaket Adalah

Kulit Domba

Jaket Kulit Domba

Domba merupakan jenis binatang yang paling populer digunakan sebagai bahan jaket. Bahkan kulit domba sering disebut sebagai bahan terbaik dari yang paling baik atau crème de la crème. Tentunya ada alasan atas pemberian gelar ini. Hal ini dikarenakan karakteristik dari kulit domba yang lembut dan ringan.

Dengan demikian jaket kulit yang menggunakan kulit domba akan terasa nyaman ketika digunakan karena lentur. Selain itu, jaket dengan kulit domba terlihat elegan serta tahan lama. Maka tidak heran jika banyak pengrajin jaket yang menggunakan bahan dari kulit domba. Selain itu, kulit domba juga sangat mudah ditemukan. 

Kelebihan lain yang dimiliki jaket kulit domba dibandingkan jenis kulit lainnya adalah perawatannya yang mudah. Bahkan jika dibandingkan dengan kulit sapi, jaket kulit domba lebih mudah dirawat dan dibersihkan. Pemakaian jaket kulit domba juga sangat fleksibel. Anda dapat menggunakannya baik di cuaca panas maupun dingin.

Kulit Sapi

Jaket Kulit Sapi

Jenis binatang lain yang paling sering diambil kulitnya sebagai bahan baku produksi jaket adalah sapi. Salah satu alasannya adalah karena sapi memiliki ukuran tubuh yang besar sehingga dapat menghasilkan kulit yang lebar. Selain itu, sapi juga dapat dengan mudah ditemukan karena ada banyak yang menjadikannya sebagai hewan ternak.

Dengan demikian tidak sulit untuk menemukan kulit sapi. Ada banyak pengrajin yang bisa menyediakan kulit sapi dalam jumlah yang banyak sehingga harganya pun cenderung terjangkau. Karakteristik yang dimiliki bahan kulit dari sapi juga lebih baik jika disandingkan dengan jenis lainnya. Hal ini membuat jaket dari bahan kulit sapi memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap debu dan cuaca. 

Karena ketahanannya tersebut, maka banyak jaket dari kulit sapi yang didesain untuk aktivitas di luar ruangan. Pemakai jaket kulit sapi akan terhindar dari cuaca ekstrim karena pemakai akan tetap nyaman. Namun, ketika pemakaian pertama, Anda harus sedikit terbiasa karena jaket memang cenderung kaku dan akan melentur seiring berjalannya waktu.

Kulit Bison

Jaket Kulit Bison

Di Indonesia, produksi jaket dari kulit bison memang sangat jarang ditemui. Hal ini dikarenakan hewan ini tidak terdapat di Indonesia sehingga harus impor. Hal ini membuat harga kulit bison menjadi mahal. Tetapi di tempat yang banyak berkembang hewan bison, produk dengan bahan kulit bison bisa dengan mudah ditemukan. 

Namun, kulit bison sudah terkenal di dunia karena memiliki karakteristik yang hampir sama dengan kulit sapi. Bahkan bisa dikatakan lebih baik dari kulit sapi. Jika dilihat seksama, Anda akan melihat pola serat khas kulit yang terlihat alami. Selain itu, resistensi kulit bison terhadap debu dan cuaca juga sangat baik. Kebanyakan produk jaket yang menggunakan bahan kulit bison adalah jaket pemotor. Kulit bison juga lebih tebal dan alot sehingga lebih tahan lama. 

Kulit Rusa

Jaket Kulit Rusa

Jenis kulit lainnya yang jarang ada di Indonesia namun sudah kerap digunakan oleh produk fashion dunia adalah kulit rusa. Berbeda dengan kulit sapi maupun kulit bison, kulit rusa memiliki tekstur yang lebih lentur dan lebih tipis. Selain itu, kulit rusa juga lebih lembut. Hal ini membuat penyuka produk kulit rusa kebanyakan adalah wanita.

Karena karakteristik ini pula, bahan baku kulit rusa tidak hanya cocok digunakan untuk jaket saja, tetapi juga untuk sarung tangan dan tas. Ketahanan jaket kulit rusa dengan cuaca dan debu juga sangat baik, meskipun tidak cukup tebal. Jaket dari kulit rusa juga lebih nyaman dipakai saat pertama kali dibeli. Hal ini dikarenakan jaket kulit rusa lebih lentur dan akan semakin lentur ketika sering digunakan. 

Kulit Alligator/Buaya

Jaket Kulit Buaya

Ternyata hewan dengan punggung bergerigi ini dapat diambil kulitnya dan dijadikan produk fashion. Baik buaya air asin atau air tawar dapat diambil kulitnya untuk dijadikan bahan produk fashion. Namun, ada perbedaan di antara keduanya. Motif dari kulit buaya air asin lebih menonjol daripada buaya air tawar. Selain itu, Ukuran kulit buaya air asin juga lebih panjang.

Bahkan kulit pada aligator atau buaya memiliki pola khas yang sangat disukai pecinta fashion. Jika Anda melihat permukaan kulitnya dengan seksama, Anda akan melihat pola berbentuk kotak-kotak. Selain itu, di tiap kotak akan terlihat titik kecil atau yang disebut dengan folikel. Namun sayangnya, harga jaket dengan bahan kulit buaya sangat mahal. Bahkan harganya bisa berlipat dibandingkan dengan harga jaket dari kulit sapi maupun domba.

Hal ini juga disebabkan proses pengolahan kulit buaya yang juga tidak mudah. Walau demikian, banyak pecinta fashion yang menyukai kulit buaya. Hal ini karena kesan mewah sekaligus gagah yang ditampilkannya. Selain itu, tiap jaket dari kulit buaya pasti berbeda hasil akhirnya, walaupun dibuat oleh pengrajin yang sama. Hal ini karena tekstur kulit buaya yang juga berbeda-beda.

Kulit hewan yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan jaket adalah kulit yang sama yang biasa digunakan untuk pembuatan sepatu, tas dan lain sebagainya. Hanya saja tentu untuk ketebalannya bahan yang digunakan untuk jaket tentu lebih tebal dibandingkan untuk tas, dompet maupun produk fashion lainnya. Namun, apapun jenis kulitnya, Anda harus dapat merawat dengan benar agar produk tersebut bisa awet dan tahan lama.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments