Apa Saja Binatang Kulitnya Mahal yang Digunakan Untuk Pakaian dan Kerajinan?

Apa Saja Binatang Kulitnya Mahal yang Digunakan Untuk Pakaian dan Kerajinan?

Harga daging binatang seperti sapi lebih mahal dibandingkan harga kulitnya. Namun, sejak adanya kerajinan dari kulit hewan, harga kulit binatang menjadi mahal bahkan melebihi harga daging. Kira-kira, apa saja jenis binatang kulitnya mahal

Kenapa Binatang Kulitnya Mahal dan Apa Saja Binatang Berkulit Mahal ?

1. Beruang

Kulit Beruang

Sebelum beruang menjadi hewan yang sangat langka, merupakan hal yang sangat umum menjadikan kulitnya sebagai pakaian, terutama jaket dan topi musim dingin. 

Kulit beruang banyak digunakan oleh negara-negara Rusia dan tetangganya yang memiliki musim dingin ekstrem.  Kini, beruang semakin langka. Ia hanya terdapat di negara-negara seperti Rusia. 

Kelangkaan beruang menyebabkan harganya sangat tinggi. Selain itu, kulit beruang biasanya diolah tanpa menghilangkan bulu-bulunya. Keberadaan bulu beruang tersebut menjadi faktor tambahan yang membuat harga kulitnya mahal. 

Selain itu, menangkap beruang tidak semudah menangkap hewan liar lainnya. Lebih mengerikan dari menangkap harimau maupun singa. Perjuangan untuk mendapatkan kulit beruang mentah yang harus mempertaruhkan nyawa juga menjadi alasan harganya mahal. 

2. Gajah

Kulit Gajah

Gajah sekali beranak hanya melahirkan seekor bayi. Musim beranaknya pun tidak pasti, terkadang setahun sekali, bisa lebih dari setahun. Oleh karena itu gajah menjadi hewan langka dan dilindungi. 

Sebagai hewan dilindungi gajah tidak boleh diburu, perburuan gajah dilakukan secara diam-diam dan segala bagian tubuh yang akan dijual diselundupkan, termasuk kulitnya. Maka tak heran jika harga kulit gajah sangat mahal.

Namun, tidak menutup kemungkinan kulit gajah yang dijual merupakan kulit yang diambil dari gajah yang telah mati secara alami karena penyakit maupun usia tua, bukan hasil perburuan liar. Meski begitu harganya tetap saja mahal.

Sebab, kapan matinya seekor gajah tidak pasti. Sementara itu, jika gajah dewasa tidak ada maka harus menunggu gajah bayi tumbuh dewasa kemudian menunggu masa kematiannya. Sulitnya mendapatkan kulit gajah membuat harganya menjadi begitu mahal. 

Faktor lain yang menyebabkan harga kulit gajah menjadi sangat mahal karena kulitnya yang begitu tebal membuatnya tidak mudah dipotong, apalagi sekadar tergores. 

3. Buaya

Jenis Kulit BuayaBuaya adalah binatang yang kulitnya sangat mahal penyebabnya karena proses untuk mendapatkan kulit buaya sulit.

Buaya hanya hidup di area rawa maupun sungai. Tidak semua daerah di Indonesia memiliki rawa dan sungai. Untuk mendapatkan kulit buaya di perkotaan maka buaya harus dipelihara sendiri di dalam kolam.

Selama memelihara buaya agar siap panen kulit maka buaya perlu diberi makan berupa daging yang harganya tentu tidak murah. 

Sementara buaya yang didapatkan di rawa maupun sungai, untuk menangkapnya tidak bisa hanya dilakukan oleh dua orang karena akan mempertaruhkan nyawa. Terutama jika buaya tersebut berukuran jumbo maka diperlukan tenaga ekstra.

Belum selesai sampai di situ. Proses pengulitan buaya juga memerlukan pisau yang sangat tajam karena kulit buaya tebal dan cenderung keras. Salah menguliti maka kulit buaya dapat melukai tangan. 

Setelah itu kulit buaya yang sudah dipisahkan dari tubuhnya harus dicuci dan diberi cairan tertentu agar tidak bau anyir. Lalu kulit dikeringkan dengan cara dijemur. 

Proses mendapatkan kulit buaya hingga siap dijadikan beragam kerajinan tersebut lah yang menyebabkan harga kulit buaya mahal. Belum lagi ongkos pendistribusian kulit buaya dari produsen kulit ke tempat produsen kerajinan kulit. 

4. Rusa

Kulit Rusa

Hewan selanjutnya yang memiliki harga kulit mahal adalah rusa. Di negara-negara Eropa, harga kulit rusa tidak terlalu mahal. Namun, sampai di Indonesia harga kulit rusa menjadi mahal karena di Indonesia tidak ada rusa.Untuk mendapatkan kulit rusa maka harus impor. 

Penyebab mahalnya harga kulit rusa di Indonesia karena ongkos kirim dan bea cukai. Selain itu jika yang Anda beli merupakan kerajinan dari kulit rusa, bukan kulit rusa lembaran maka harganya akan semakin mahal.

Penyebabnya karena Anda harus membayar jasa pembuatan kerajinan tersebut kepada para pengrajin. Seperti halnya jika Anda membeli kain lembaran dengan membeli baju yang sudah jadi di butik. Harga baju lebih mahal dibandingkan harga kain lembaran. 

5. Unta

Kulit Unta

Unta adalah salah satu hewan ternak Timur Tengah seperti halnya domba yang daging dan susunya dimanfaatkan untuk konsumsi. Sementara kulitnya dapat dimanfaatkan untuk membuat pakaian dan kerajinan.

Harga kulit unta tidak terlalu mahal karena unta bukan hewan langka, sangat mudah ditemukan di Timur Tengah dan beberapa negara Asia Selatan seperti Pakistan seperti halnya sapi yang mudah ditemukan di Indonesia. 

Di negara asalnya harga kulit unta tidak beda jauh dengan harga kulit sapi. Namun karena di Indonesia tidak ada unta dan kulit unta termasuk barang impor maka harganya menjadi lebih mahal dibandingkan dengan kulit sapi.

6. Domba

Jenis Kulit Domba

Selain daging dan susunya, bagian tubuh dari domba yang umum dimanfaatkan adalah bulunya. Bulunya digunakan sebagai bahan pembuatan jaket, syal, dan pakaian hangat lainnya.

Ternyata, kulit domba juga dapat digunakan untuk membuat pakaian karena merupakan kulit hewan paling lembut di antara hewan lainnya. Selain itu ia juga memiliki tingkat kelemasan atau keluwesan yang tinggi sehingga mudah dipotong, dibentuk, dan dijahit.

Karakteristik kulit domba tersebut membuat harga jualnya cukup  mahal. Bahkan harganya di atas harga kulit ular.  Harga per kaki atau sekitar 30 cm adalah 25 hingga 30 ribu rupiah.

7. Ular

Jenis Kulit Ular

Harga kulit ular relatif murah. Harga per meternya, dengan lebar sekitar 10 cm hanya 30 ribu rupiah. Namun  sebenarnya tergantung jenis ular yang digunakan.  Jika jenis ular yang diambil kulitnya langka dan kulit ular tersebut berkualitas maka harganya lebih mahal.

Harga kulit ular di atas merupakan harga kulit ular jenis kobra dan ular air. Sementara untuk kulit ular piton atau sanca mencapai 100 ribu per meter. 

Harga kulit piton bisa lebih mahal karena ular tersebut tidak ada di sembarang tempat, sulit ditangkap, dan ukurannya lebih besar dan panjang ketimbang ular lainnya. 

8. Sapi

Jenis Kulit Sapi

Sapi merupakan binatang yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Proses pengambilan kulitnya pun sangat mudah karena di Indonesia sangat banyak rumah jagal (tempat penyembelihan binatang). 

Mudahnya mendapatkan sapi dan proses pengambilan kulit yang juga mudah membuat harga kulit sapi tidak terlalu mahal, sebelas dua belas dengan kulit ular kobra. Namun, ini juga tergantung dengan kualitas kulit sapi.

Mayoritas kulit sapi memiliki tekstur yang kasar sehingga jika terdapat kulit sapi bertekstur lembut maka harganya akan mahal. Semakin lembut kulit sapi semakin mahal harganya. 

9. Kambing

Kulit Kambing

Kambing memang sejenis domba. Namun karakteristik kulitnya berbeda. Kambing memiliki kulit yang kasar seperti sapi. Namun, ia lebih sering digunakan sebagai kerajinan seperti bedug daripada pakaian. 

Dibandingkan delapan binatang di atas, harga kulit kambing adalah yang termurah. Harga per 20 cm hanya 10 ribu rupiah. Namun, ini juga tergantung tingkat ketebalan dan kekuatannya apakah mudah sobek jika ditarik dan dipukul.

Di masa sekarang, binatang kulitnya mahal yang paling umum digunakan untuk membuat tas, sepatu, dompet, sandal, dan aksesoris lain seperti yang diproduksi oleh darikulit.com adalah kulit sapi karena karakteristiknya paling ideal dijadikan kerajinan dan harganya terjangkau. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments