Sama – Sama Kulit Palsu, Apa Beda PU Leather dan Kulit Sintetis?

Sama – Sama Kulit Palsu, Apa Beda PU Leather dan Kulit Sintetis?

Bahan kulit dibedakan menjadi 2, yaitu kulit asli dan kulit palsu. Beberapa orang menyebut kulit palsu sebagai kulit sintetis, ada pula yang menyebutnya pu leather. Penyebutan kulit palsu berbeda karena ternyata keduanya tidak identik. Berikut penjelasan lengkap beda pu leather dan kulit sintetis. 

Mengenal Lebih dekat PU Leather

PU adalah singkatan dari polyurethane (Poliuretan) adalah salah satu serat sintetis yang paling banyak digunakan setelah poliester. Sementara PU leather merupakan kulit sintetis yang dibuat dari poliuretan. 

Kulit sintetis jenis PU paling banyak digunakan sebagai bahan pembuatan sepatu, dompet, sofa hingga jok motor dan lapisan kursi mobil.

Kelebihan PU Leather

Kelebihan PU Leather

1. Harga Lebih Murah

Dibandingkan dengan kulit asli, harga PU leather jelas jauh lebih murah karena merupakan bahan sintetis maka dapat dibuat sendiri. Jika habis maka dapat dibuat lagi.

Sementara kulit asli yang berasal dari hewan tergantung oleh kelayakan usia hewan untuk diambil kulitnya. Selain itu jika habis maka harus menunggu regenerasi hewan tersebut. 

2. Daya Serap Air

Kulit PU tidak menyerap air sehingga cepat kering dan mudah dibersihkan. Bahkan jika kotor dapat dicuci dengan sabun. Contohnya saja jok sepeda motor.

Seminggu atau dua minggu sekali sepeda motor pasti akan dicuci, termasuk bagian joknya. Namun, jok sepeda motor tidak akan rusak, justru menjadi bersih dan enak dipandang.

3. Pewarnaan

PU leather dapat diberi pewarna buatan sehingga warnanya dapat disesuaikan dengan permintaan pasar. 

Di pasaran banyak sekali dompet maupun sandal yang terbuat dari kulit dengan berbagai pilihan warna seperti merah, merah muda, abu-abu, hitam, hingga biru muda.

Jika menemui barang-barang dari kulit dengan berbagai pilihan jenis warna artinya barang-barang tersebut dibuat dari PU leather, bukan kulit asli. 

4. Daya Tahan

PU leather jika dibiarkan di udara terbuka tidak akan menjadi kering dan kaku. Kualitasnya tetap akan bertahan hingga bertahun-tahun. 

5. Dapat Didaur Ulang

Karena bahan PU sebenarnya merupakan jenis plastik maka ia dapat didaur ulang seperti plastik pada umumnya. Sehingga jika terjadi kerusakan pada barang dari PU leather maka tidak perlu dibuang, dapat diubah sebagai barang lain. 

Kekurangan PU Leather

Kekurangan PU Leather

1. Bau Bahan Kimia

Barang-barang yang terbuat dari PU leather seringkali memiliki aroma bahan kimia yang sangat kuat. Apa lagi jika barang tersebut masih baru. 

2. Mudah Sobek

PU leather sebenarnya adalah bahan yang kuat. Namun, bila dibandingkan dengan kulit asli ia lebih tipis sehingga tidak sekuat kulit asli. Bila tergores benda tajam sangat mudah sobek. 

3. Tidak Ramah Lingkungan

Seperti yang disinggung sebelumnya, PU merupakan sejenis plastik sehingga butuh waktu ratusan tahun bagi bumi untuk mengurainya. 

4. Mudah Dibedakan dengan Kulit Asli

Dari segi penampilan, beberapa barang dari PU leather akan mudah ditebak jika terbuat dari kulit palsu. 

Apakah Kulit Sintetis dan PU Leather Berbeda ?

Apakah Kulit Sintetis dan PU Leather Berbeda

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya PU leather merupakan kulit sintetis. Namun, kulit sintetis sendiri banyak jenisnya, tidak hanya PU leather. 

Kulit sintetis secara garis besar lebih dikenal dengan istilah faux leather atau kulit palsu. Faux leather dibuat dari berbagai campuran bahan sintetis. Bahan utamanya adalah polyester yang sudah umum digunakan untuk membuat berbagai pakaian, terutama pakaian olahraga. 

Selain polyester, faux leather dibuat dari bahan lain seperti polivinil klorida atau yang lebih dikenal dengan nama PVC (jenis plastik yang sering digunakan untuk membuat perabotan seperti ember dan bak air), lilin, dan poliuretan yang sama dengan yang digunakan untuk membuat PU leather. 

Permukaan faux leather lebih halus dibandingkan dengan kulit asli dan teksturnya dibuat semirip mungkin dengan kulit asli.

Faux leather terkadang dibuat dari 100% campuran bahan-bahan yang telah disebutkan di atas. Namun, umumnya dibuat dari campuran kulit binatang (umumnya kulit sapi) dan bahan-bahan tersebut. 

Bagian kulit sapi yang diambil adalah kulit sapi berserat. Kemudian bagian atasnya dilapisi dengan kulit palsu ini. Jenis kulit palsu ini disebut dengan bicast leather. 

Tujuan mencampur kulit asli dengan kulit palsu adalah untuk mendapatkan barang-barang yang berkualitas dengan harga yang lebih murah.

Beberapa jenis kulit palsu lainnya adalah :

  • Split leather

Split leather

Ini merupakan jenis kulit palsu beberapa lapis. Jika kulit tersebut disobek maka akan terlihat jika terdapat beberapa lapisan yang saling terpisah atau dalam bahasa Inggris disebut ‘split”.

  • Bonded Leather

Bonded Leather

Bonded leather hampir sama dengan bicast leather, tetapi ia berasal dari serat-serat sisa produksi kulit asli yang dicampur dengan PU.  Kemudian mereka diikat menjadi satu lalu dilapisi dengan kertas. 

Oleh karena itu jika terdapat sofa maupun benda-benda lain yang lapisan luarnya lepas, kemudian bagian bawahnya memiliki tekstur seperti kertas berarti lapisan luar tersebut dibuat dari bonded leather. 

  • Corrected Grain Leather

Corrected Grain Leather

Kulit ini sebenarnya dibuat dari hampir 100% kulit asli. Namun, jika permukaan kulit asli terdapat kecacatan misal ada noda yang tidak dapat dihilangkan maka kecacatan tersebut dihilangkan dengan cara diamplas.

Setelah diamplas pasti warna bekas amplas dengan permukaan lain terlihat berbeda. Bekas amplas justru membuat kulit  makin terlihat cacat. Oleh karena itu bekas amplas tersebut ditutup dengan PU maupun bahan sintetis lainnya.

Sehingga corrected grain leather tingkat keasliannya berkurang. Skala kulit asli dengan bahan sintetis tersebut tergantung seberapa banyak kecacatan yang dihilangkan dari permukaan kulit. 

Apa Saja Beda PU Leather dan Kulit Sintetis ?

Apa Saja Beda PU Leather dan Kulit Sintetis

Setelah mengetahui apa saja jenis kulit sintetis maka dapat ditarik kesimpulan apa saja perbedaan PU leather dengan kulit sintetis lainnya.

1. Bahan Pembuatan

PU leather dibuat dari 100% bahan sintetis, sedangkan kulit sintetis lainnya dicampur dengan kulit asli .

2. Tingkat Ketebalan

PU leather cenderung lebih tipis dibandingkan dengan kulit sintetis yang lain karena ia tidak mendapat campuran kulit asli. 

3. Tekstur

Tekstur PU leather terlihat seragam, tidak abstrak. Sedangkan beberapa kulit tekstur yang masih mengandung kulit asli memiliki tekstur yang abstrak, sementara kulit sintetis lain yang tidak mengandung kulit asli teksturnya terlihat lebih rapi dibandingkan PU leather. 

4. Warna

PU leather tersedia dalam beragam warna, sedangkan kulit sintetis yang mengandung kulit asli hanya tersedia dalam warna coklat maupun hitam. 

5. Daya Tahan Air

PU leather tahan air. Ia  sama sekali tidak akan menyerap air yang berada di permukaannya. Sedangkan kulit sintetis yang dicampur dengan kulit asli tidak begitu tahan air. Ia tetap akan menyerap air, tetapi proses penyerapannya lama. 

6. Tingkat Kekakuan

Kulit sintetis yang dicampur dengan kulit asli lebih kaku dibandingkan dengan PU leather. Jika dilipat maka kulit sintetis lebih sulit dibentuk/diatur. Sedangkan PU leather lebih lentur seperti pakaian pada umumnya. 

Selain itu, kulit sintetis dengan campuran kulit asli lama-kelamaan akan kaku dengan sendirinya jika dibiarkan di ruang terbuka. Hal tersebut tidak akan terjadi pada PU leather. 

7. Perawatan

PU lebih mudah dirawat karena berbasis plastik sehingga tidak masalah jika dibersihkan dengan cara apapun. Kulit palsu yang dicampur dengan kulit asli memerlukan perawatan khusus walaupun ia juga mengandung PU. 

Dari penjelasan  beda pu leather dan kulit sintetis di atas mana yang lebih baik? Keduanya sama-sama baik, tetapi jika berbicara soal masalah harga dan perawatan maka PU leather lebih unggul dibandingkan dengan kulit sintetis yang dicampur dengan kulit asli.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
×

Daftar Isi