Penjelasan Beda Kulit Krom dan Pull Up serta Jenis Lainnya

Penjelasan Beda Kulit Krom dan Pull Up serta Jenis Lainnya

Sekarang ini, industri fashion sudah berkembang dengan sangat pesat. Berbagai bahan bisa digunakan untuk pakaian, sepatu maupun tas. Salah satu jenis bahan yang terkenal adalah kulit sapi. Namun ada beda kulit krom dan pull up maupun bahan kulit jenis lainnya.

Perbedaan bahan kulit tersebut malah membuat keragaman dalam pilihan desain fashion. Namun, jika Anda belum paham betul tentang struktur bahan ini, bisa jadi malah salah memilih serta merawatnya. Untuk menghindari kesalahan semacam ini, ada baiknya untuk melihat sekilas perbedaan-perbedaan tersebut.

Perbedaan Kulit Krom dan Pull Up serta Jenis Lainnya

1. Kulit Nabati 

Kulit Nabati

Jika bahan samak ini menggunakan kulit binatang, umumnya sapi atau domba, lantas mengapa dinamakan kulit nabati? Bukan hewani? Penamaan nabati dimaksudkan karena dalam proses penyamakannya tidak menggunakan bahan kimia, melainkan bahan nabati atau yang berasal dari tanaman.

Hal ini pula yang membuat jenis kulit ini dinamakan dengan nama vegetable leather. Harga kulit nabati paling murah di antara jenis kulit lainnya. Walaupun murah namun kualitas jenis kulit ini masih bagus sehingga bisa digunakan untuk tas maupun dompet. 

Tekstur kulit nabati adalah kaku dengan warna merah muda, tetapi ada juga beberapa jenis yang memiliki warna putih. Perbedaan ini dikarenakan proses penyamakan yang berbeda. Karena dalam proses tidak menggunakan minyak pewarna, maka kulit nabati masih bisa diwarnai sesuai selera ketika akan digunakan.

2. Kulit Finish Leather (Full Grain)

Kulit Finish Leather (Full Grain)

Jenis kulit ini juga disebut dengan nama full grain atau finish leather. Hal tersebut dikarenakan permukaan pori kulit yang masih terlihat meskipun sudah mengalami proses penyamakan. Bahkan tekstur kulit binatangnya pun tidak mengalami perubahan berarti.

Penyebabnya adalah saat proses penyamakan tidak terjadi pemodifikasian atau pengubahan struktur kulit asli. Ketika mengerjakan proses pembuatan kulit ada enam proses yang harus dilalui. Nantinya, setelah lewat proses tersebut, kulit akan terbagi menjadi dua jenis yaitu full grain dan corrected grain. 

Jika dilihat sekilas, keduanya memang hampir mirip. Tetapi jika diamati seksama, permukaan pori kulit akan terasa berbeda, karena pada corrected grain sudah mengalami proses buffing dan roll coating.

3. Kulit Pull-up

Kulit Pull up

Jenis ini merupakan yang paling umum beredar di pasaran dan digunakan dalam industri fashion. Hal ini disebabkan tekstur kulit dari pull-up leather ini lentur dan dapat diberikan warna dengan mudah. Maka dari itu, pengrajin lebih memilih menggunakan jenis kulit ini seperti sandal yang diproduksi darikulit.

Berbeda dengan kulit nabati, kulit pull-up memakai bahan kimia ketika melewati proses penyamakan. Walau demikian, tidak ada modifikasi pada permukaan kulit sehingga tekstur bawaannya tetap terasa jelas. 

Jenis ini bisa dikatakan adalah pemrosesan lanjutan dari jenis kulit full grain. Jadi, kulit full grain yang sudah jadi akan melalui proses penarikan kembali. Proses inilah yang menghasilkan tekstur lentur dan melar. Namun, karena sudah mengalami penarikan otomatis ketebalan kulit menjadi berkurang.

Karena proses penyamakan dan penarikan, warna kulit asli bawaan akan memudar. Namun, hal inilah yang menjadi daya tarik kulit pull-up. Pengrajin dan penyuka gaya vintage pasti akan memilih jenis kulit ini karena lebih terasa kesan jadulnya. 

4. Bahan Suede Leather

Bahan Suede Leather

Jenis kulit ini sering disebut juga dengan bludru. Bagian yang bisa digunakan untuk membuat jenis bahan suede adalah kulit bagian dalam. Tekstur yang bisa dirasakan ketika meraba bahan suede adalah ada serabut halus. Karena proses penyamakan yang melalui pengamplasan dan penyikatan, maka bahan ini cenderung tipis namun lembut.

Harganya memang lebih mahal dibandingkan dengan jenis kulit yang dibahas sebelumnya. Hal ini wajar karena warna dan tekstur bahan suede yang menawan dan menimbulkan kesan mewah dapat mendongkrak finishing produk fashion. 

Sepatu, sandal dan tas adalah tiga jenis produk fashion yang kerap menggunakan bahan suede sebagai material utama pembuatannya. Produk dengan bahan suede umumnya lebih disukai kaum muda karena lebih fashionable dan terkesan lebih santai. 

Namun, jika Anda memiliki produk dengan bahan suede, ada baiknya untuk merawat dengan hati-hati. Sebab kelemahan dari bahan ini adalah gampang berubah warna jika basah, lebih gampang kotor serta jahitannya lebih mudah berkerut ketika ditarik. 

5. Jenis Kulit Nubuck

Jenis Kulit Nubuck

 

Meskipun hampir mirip dengan bahan suede, namun jenis kulit satu ini memiliki perbedaan, yaitu lebih lembut dan rata. Harga dari kulit nubuck ini juga lebih mahal dari bahan suede sehingga masuk ke dalam kategori premium.

Namun, untuk proses pengolahan dari kulit binatang hingga menjadi kulit untuk material produk, semuanya sama dengan proses yang dialami bahan suede. Hanya saja, untuk kulit nubuck menggunakan kulit bagian luar.

Sebelum diamplas, maka kulit mentah akan mengalami proses penyamakan terlebih dahulu. Pengamplasan dilakukan dilakukan secara teliti agar tekanan yang diberikan kepada bahan kulit sama rata. Hal ini bertujuan agar tekstur permukaan juga serabut yang dihasilkan tidak rata dan halus.

Ketika di amplas, kulit juga harus disikat. Cara ini dilakukan agar kulit kasar yang ada di bagian paling atas bisa hilang sehingga proses pemunculan serabut bisa lebih mudah. Semua dilakukan dengan tekanan yang sama agar tidak mempengaruhi warna akhir dari kulit yang dihasilkan. 

Kelebihan yang dimiliki oleh jenis bahan semacam ini adalah lebih kuat dan tahan lama. Jika dijahit pun, kulit nubuck tidak mudah sobek. Hal ini dikarenakan nubuck diambil dari bagian kulit luar yang teksturnya liat dan melalui proses yang panjang. Maka tidak heran jika hanya produk fashion bernilai tinggi yang menggunakan jenis bahan ini. 

6. Jenis Brush-off Leather atau Krom

Jenis Brush off Leather atau Krom

Sesuai dengan namanya, jenis bahan ini memang memiliki tampilan mengkilap seperti krom. Hal ini dikarenakan proses penyamakan serta pemberian minyak yang membutuhkan waktu panjang dan lama. Hal ini berbuntut pada kualitas bahan yang tidak perlu diragukan lagi serta harganya yang sangat tinggi.

Penampakan dari produk ini adalah teksturnya yang lentur serta permukaan yang halus. Perpaduan antara kulit halus dan mengkilap membuat brush-off leather lebih mudah dibersihkan. Dan hal ini adalah kelebihan yang dimiliki oleh jenis bahan ini. 

Agar dapat menghasilkan jenis kulit krom, maka kulit binatang harus mengalami proses pelapisan. Umumnya bahan yang digunakan untuk melapisi memiliki kandungan akrilik atau bahan lain yang memproteksi. 

Itulah sebabnya, bahan krom pasti licin dan memiliki warna yang lebih terang dibandingkan dengan bahan lainnya. Walaupun lentur, namun bahan ini tidaklah tipis bahkan bisa dibilang lebih tebal. Serat binatang yang menjadi bawaan bahan kulit pun sudah tidak terlihat lagi. 

Dengan mengetahui beda kulit krom dan pull up maupun jenis lainnya, Anda bisa merawat produk fashion Anda dengan lebih baik. Pemilihan bahan dan perawatan yang tepat akan membuat bahan kulit lebih awet dan tahan lama.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments